Resmikan Alih Status IAIN Curup, Menag Ingatkan tentang Moderasi Beragama

Curup (Kemenag) — Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin hari ini meresmikan alih status IAIN Curup. Dalam kesempatan itu,  Menag kembali mengingatkan civitas akademika perguruan tinggi keagamaan agar senantiasa mensosilisasikan moderasi beragama.

“Misi utama perguruan tinggi keagamaan adalah senantiasa mensosialisasikan pemahaman dan pengamalan moderasi beragama, bukan moderasi agama,  karena agama sendiri hakikatnya adalah moderat,” ujar Menag di IAIN Curup, Bengkulu, Kamis (28/06).

Menurut Menag, moderat adalah lawan dari ekstrem (berlebihan). Ia menambahkan bahwa tidak ada agama yang mengajarkan ekstremitas, tidak ada ajaran yang berlebihan.

“Mengapa harus moderat? Karena pemahaman dan pengamalan agama adalah sesuatu yang lahir setelah diinterpretasikan oleh manusia,” tutur Menag.

Menag juga  berpesan pada seluruh civitas akademika IAIN Curup untuk dapat menghayati dan mengaktualisasikan eksistensi nama Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri. Menag lalu mengurai tiga kata kunci, yakni Perguruan Tinggi, Islam, dan Negeri.

“Perguruan Tinggi. Kita adalah komunitas terdidik. Civitas akademika bukan kumpulan orang-orang yang tidak terdidik. Maknanya adalah, cara kita bersikap, bertutur kata, selayaknya menggunakan cara-cara yang umumnya dilakukan oleh kaum terdidik,” ujar Menag.

Oleh karenanya, Menag minta agar mahasiswa dalam menyalurkan aspirasinya dilakukan dengan cara yang terdidik, bukan sebaliknya.

Kata kunci kedua adalah Keagamaan Islam. Maknanya, civitas akademika yang mengusung bendera keagamaan Islam harus senantiasa mengembangkan Islam Wasathiyah.

“Moderasi itu prinsipnya dua, Al Adalah (di tengah) dan At Tawazun (keseimbangan),” ujar Menag. Jika dua hal tersebut dipegang teguh, maka akan tercapai Tasamuh (toleran).

Kata kunci ketiga adalah negeri. Menag mengingatkan agar seluruh civitas akademika IAIN Curup senantiasa menjaga kedamaian negeri.

Menag juga menyampaikan apresiasinya atas alih status IAIN Curup. Apalagi, alih status ini telah diperjuangkan civitas akademika dan masyarakat Kabupaten Rejang Lebong sejak lama.

“Perjuangan panjang telah berhasil dilalui oleh segenap civitas akademika IAIN Curup, tentu bersama warga masyarakat, khususnya di Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu,” ujar Menag.

IAIN Curup awalnya merupakan Fakultas Ushuluddin yang berstatus swasta, lalu berubah menjadi negeri melalui Surat Keputusan Menteri Agama RI No. 86 Tahun 1964. Disusul dengan penerbitan Surat Keputusan Menteri Agama No. 87 Tahun 1964 yang menetapkan bahwa Fakultas Ushuluddin Raden Fatah Curup merupakan bagian tidak terpisahkan dari IAIN Raden Fatah Palembang.

Pada 1997, melalui Keputusan Presiden No. 11 Tahun 1997, Fakultas Ushuluddin IAIN Raden Fatah Curup sebagai cabang dari IAIN Raden Fatah Palembang, berubah status menjadi STAIN Curup. Dan kini melalui Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2018 tanggal 5 April 2018, STAIN Curup bermetamorfose menjadi Institut Agma Islam Negeri Curup.

Peresmian ini ditandai dengan pemukulan gong dan penandatanganan prasasti peresmian Gedung Pusat Perpustakaan dan Gedung Laboratorium Syariah Terpadu.

Pada waktu yang bersamaan, Menag  juga menandatangani cover Alquran dengan terjemah Bahasa Rejang sebagai tanda diluncurkannya Alquran dengan terjemahan bahasa Rejang. Juga pembukaan selubung tanda dimulainya pembangunan akademik center IAIN Curup.

Peresmian IAIN Curup diawali dengan prosesi penyambutan Menag Lukman yang hadir didampingi oleh Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Kemenag Mastuki, Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana Kemenag Afrizal Zen serta Sekretaris Menag Khoirul Huda Baasyir dengan Tarian Persembahan adat Rejang diiringi alunan musik kolintang.

Peresmian ini juga dimeriahkan dengan pengibaran spanduk peresmian IAIN Curup oleh mahasiswa pecinta alam IAIN Curup (MAPASTA)  dari atap gedung pusat perpustakaan (atraksi rappelling) yang disaksikan langsung oleh Menag dan seluruh hadirin. Pembukaan selubung papan nama pembangunan gedung akademik center.

Tampak hadir dalam peresmian ini anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan Provinsi Bengkulu  Ahmad Kanedi, Riri Damayanti, Asisten I Setda Provinsi Bengkulu Hamka Sabri, Kepala  Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu Bustasar MS, Wakil Bupati Rejang Lebong Iqbal Bastari, Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Rektor IAIN Batu Sangkar, Rektor IAIN Kediri, Rektor IAIN Bone, Rektor IAIN Kudus, Rektor IAIN Syaikh Abdurrahman Sidik Bangka Belitung.

Sumber : https://kemenag.go.id/berita/read/508000/resmikan-alih-status-iain-curup–menag-ingatkan-civitas-akademika-tentang-moderasi-beragama