Rektor IAIN Curup Rahmat Hidayat menyampaikan rasa syukurnya

Curup (Kemenag) — Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin hari ini, Kamis (28/06) akan meresmikan alih status STAIN Curup menjadi IAIN Curup. Menag juga akan meresmikan dua gedung di lingkungan IAIN Curup yang pembangunannya bersumber dari skema pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Pada waktu yang bersamaan, akan diluncurkan juga Alquran dengan terjemahan bahasa Rejang.

Rektor IAIN Curup Rahmat Hidayat menyampaikan rasa syukurnya atas peresmian alih status STAIN Curup menjadi IAIN oleh Menag. Menurutnya kehadiran Menteri menunjukkan bahwa Kementerian Agama pusat hadir di Curup yang merupakan daerah perbatasan Provinsi Bengkulu dan Provinsi Sumatera Selatan.

“Momentum kehadiran Bapak Menteri menunjukkan bahwa Kementerian Agama peduli dengan kampus ini, dengan daerah ini,” ujar Rahmat. Terlebih IAIN yang berada di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu ini telah cukup lama mengajukan usulan peralihan status ini.

Adapun gedung yang akan diresmikan yakni Gedung Pusat Perpustakaan dam Gedung Laboratorium Syariah Terpadu. Rahmat menjelaskan bahwa desain bangunan juga memperhatikan unsur-unsur budaya Rejang. Hal ini antara lain terlihat dari penulisan nama gedung perpustakaan. Selain bertuliskan bahasa Indonesia, juga terdapat nama gedung dalam aksara Rejang. Bentuk kearifan lokal lainnya juga nampak pada model bangunan adat Rejang pada gedung Laboratorium Syariah.

Gedung perpustakaan yang dibangun tahun 2017 ini memiliki luas 1.800 m2 dan terdiri dari 3 lantai. Di pusat perpustakaan ini, selain membaca buku-buku yang tersedia, mahasiswa juga dapat memanfaatkan BI Corner dan Rejang Corner. Ruang ini disiapkan agar mahasiswa dapat lebih mengenal kebudayaan Rejang. Juga ruangan serial yang di dalamnya terdapat berbagai jurnal, majalah, dan surat kabar.

“Selain mempertahankan koleksi tercetak, perpustakaan ini juga menyediakan koleksi digital. Saat ini kami sedang melangkah ke arah digitalisasi perpustakaan,” ujarnya.

Di perpustakaan juga terdapat auditorium yang nantinya akan digunakan untuk memperkenalkan cara memanfaatkan koleksi digital pada mahasiswa dan memperkenalkan dunia kampus kepada para siswa-siswi madrasah. Ia menuturkan bahwa perpustakaan ini selain ditujukan bagi mahasiswa IAIN Curup juga terbuka untuk umum.

Sedangkan di Laboratorium Syariah Terpadu, di dalamnya terdapat bank mini, pengadilan semu, serta laboratorium rukyatul hilal dan pernikahan. Ia berharap nantinya mahasiswa lulusan IAIN Curup selain memiliki kompetensi keilmuan, dan kompetensi keagamaan, juga memiliki kompetensi entrepreneur.

Peluncuran Alquran dengan terjemah bahasa Rejang, lanjut Rahmat, juga menjadi upaya lain dalam melestarikan kearifan lokal dan budaya Rejang Lebong.

Rahmat berharap, alih status STAIN Curup menjadi IAIN Curup dapat menjadikan kampus ini sebagai pendorong terciptanya Rejang Lebong sebagai kota pendidikan.

“Saya berharap IAIN Curup dapat menjadi lokomotif pendidikan bagi masyarakat Rejang Lebong dan sekitarnya,” tuturnya.

Sumber : https://kemenag.go.id/berita/read/507998/hari-ini–menag-akan-resmikan-alih-status-iain-curup